Al-Capuccino: Budimo Kroativni
Mks1998:
Six o'clock in the morning, when my eyes are open…
And then I look at you, oh that’s smile… It's paradise!
I move my body… Start to fight this mad world..
But with you, I always make it, anyway… Happiness everyday…
Reff:
You gave me LOVE… You gave me LIFE… You gave me everything..
LAUGH what we shared..It's what we need… LAUGH is always give us
LIFE…
Tak terasa 8 tahun telah berlalu, text lagu yang saya tulis dan
ciptakan sendiri diatas hingga kini belum selesai akibat ini dan akibat
itu, sibuk sini, sibuk sana …
Namun meskipun belum selesai, senandung nge-beat dan fun dari lagu
itu telah banyak memberi kontribusi psikologis ketika saat melewati
malam dalam sepi sendirian, tak punya pasangan hidup. Atau saat
siang panas penat berhadapan dengan persoalan persoalan parktis-pragmatis didera perut yang keroncongan seakan ikut
mengiringi
senandung lagu itu. Demikian juga lagu itu menjadi 'theme song'
kehidupan ketika energy saya susut pada waktu sedang menyelesaikan berbagai pesanan lukisan dikala pada saat bersamaan
menyelesaikan
kemelut proyek pengembangan perumahan rakyat yang kusut akibat
krismon.…
Lagu itu tanpa judul, karena saat menuliskannya saya sedang tak
punya kawan hidup… Nanti beberapa lama kemudian judul lagu itu saya
beri nama sesuai dengan nama 'sang pemilik senyum' tersebut.
Tetapi
liriknya tetap tidak selesai hingga kini, karena text lirik lanjutan
lagu
itu telah tergantikan dalam bentuk realitas keseharian. Tak pernah aku meninggalkan tempat tidur sebelum mengecup bibir yang
memberi
saya
senyum untuk memulai hari hariku kini.
Menulis dan mencipta lagu adalah salah satu hobby yang tidak pernah
saya komersilkan. Bukan karena tidak mau tetapi karena… Yah, untuk
itulah aku menulis Al-Capuccino: Budimo Croativni, ini.
'Budimo Croativni' adalah sebuah 'ajakan' dalam bentuk iklan layanan
masyarakat negri Kroasia yang ada dalam te-ve. Kalimat itu berarti
'Mari bersikap secara 'Croativ'. Jika dicermati, kata 'Croativ' adalah
bentuk 'paronomasia' dari kata 'Croatia'
dan kata "Creative". Jadi ketika membacanya, akan menimbulkan dua makna, yaitu -pertama- "Mari
bersikap secara Croatia
" dan -kedua- "Mari bersikap secara Creative".
Croatia adalah sebuah
negri dimana pertama kali 'dasi/tie' yang
bertengger di hampir setiap leher para professional atau hampir semua
petinggi Negara di dunia diketemukan. Jadi jika kebetulan Anda
mengenakan dasi ke kantor apakah sudah tahu dari mana Negri asal
dasi yang bertengger dileher Anda itu? Atau Anda bisa iseng nanya ke
teman atau boss Anda, apakah mereka tau?
Selain 'dasi', 'pulpen' yang kita kenal sekarang juga pertama kali
didaftarkan 'hak cipta'-nya pada tahun 1906 oleh Slavoljub Eduard
Penkala. ( 1871 – 1922 ) Asal kata 'pen' diambil dari nama akhir
'Penkala'.
Slavoljub E. Penkala juga memegang sekitar 80 jenis hak
paten. Sebelum pulpen ditemukan
oleh Penkala, orang orang terdahulu
menulis dengan cara menyelupkan ujung batang pena (bentuknya
kayak bulu bebek panjang) kedalam cairan tinta.
Lalu, apa hubungannya dengan hobby saya nulis lagu, 'Budimo
Kroativni' dan 'S. E. Penkala?'…
Tahun 90-an saya kumpulkan beberapa buah lagu kedalam sebuah
'demo' (7 lagu berbahasa Indonesia, dan 1
masih dalam bahasa Inggris, -campur dikit- Bahasa Perancis dan Rusia) Dan ketika sedang berada di Jakarta untuk urusan negosiasi rencana pembangunan sebuah
perusahaan developer, saya sempatkan diri ke Jl. Perdatam di Pasar
Minggu, ke salah satu perusahaan rekaman ternama Nasional. Saat itu
diterima oleh namanya 'Pak Maman'.
Hari Sabtu, menurut 'tradisi' studio rekaman itu semua crew sedang
berada diluar kantor untuk kegiatan promosi, buat klip dsb. Setelah itu
Pak Maman memutar demo yang saya bawa dan terlihat dia
menyenangi kumpulan lagu tersebut dengan berkomentar 'ini semua
bisa jadi lagu 'label'.
Lagu
'label' maksudnya adalah lagu unggulan yang judulnya menghiasi
sampul
kaset yang beredar. Lalu saya katakan bahwa 'hak cipta' lagu
itu
sementara saya urus minggu depannya. Dan akhirnya -sebelum
pulang-
aku nongkrong dengan 2 orang penyanyi ternama (Tito.S. dan
Yani.L)
di halaman samping studio tersebut sambil menyikat es kelapa
muda.
Nyatanya, untuk ngurus hak cipta, mulai penulisan 'not' (aku kagak tau nulis not, melody lagu yang saya buat hanya
direkam dalam memory)
Akan memakan waktu selama 2 bulan, demikian informasi yang saya
dapatkan ketika itu dari sohib yang akan coba bantu membuatkan not
baloknya.
Tentulah saya tidak punya waktu selama 2 bulan itu, mengingat aku
sedang kuliah dan sedang dalam proses membuat perusahaan
developer. Tetapi ada satu hal yang saya dapat pelajari bahwa -dalam
hal tertentu- 'kreatifitas' itu butuh payung hukum yang tidak begitu
saja mudah ditemukan dikampung halaman saya. Tentunya juga
dikampung kampung lainnya di Indonesia .
Lain halnya dengan ungkapan ungkapan dan permainan kata, -kecuali
untuk komersial- maka itu tak perlu di lindungi secara hukum dalam
bentuk 'Hak Cipta', seperti "SeksPeare" – "Kopitalisme" dll. Sedangkan
untuk kepentingan komersial, biasanya hanya melalui kesepakatan
harga (kontrak) antara pemakai (perusahaan) dan pencipta kata
tersebut. Jika ada diantara anggota forum yang kebetulan berdomisili
di Calgary, Canada dan melihat begitu banyak
sticker di mobil milik
mahasiswa University of Calgary bertuliskan "In FORT we TRUST" dan
"FortEver Young" nah, itu karya saya yang digunakan untuk keperluan
komersial.
Jadi apa jawaban dari pertanyaan mengenai hubungan antara 'hobby
nulis lagu' - 'Budimo Kroativni' – 'S. Penkala'? Selanjutnya akan
dijabarkan dalam "Naracipta". Salah satu 'keluarga' dari 'Kopitalisme'…
May FUN be with you
Kopitalisme