Rahadian Permadi:
Saya memang penggemar berat kopi dan juga suka tertawa. Dalam hal ini,
saya juga hendak
mengkuti gaya anda (kopitalisme) to laugh at cleverness
of human being...but i am now laughing at you. Alasannya karena
anda
bagian dari peradaban itu.
KopikentaL
Anda juga suka kopi, berarti "sabda" dari "Kopitalisme" tentang "One of the most
universal (morning) 'ritual' is to drink coffee" bertambah satu orang
lagi "pengikut"
ha..ha..ha….:)
Laughing at me? Because I am clever? Cool! I like that… :)
Or is there any other reasons?
If the reason is that I am part of the "civilization"? Then so you are… you are also
"inside" it… Aren't you?... Aha, mari kita mentertawai diri kita secara
berjama'ah… I will show you the way, later… Anyway, apakah anda juga betul
sering tertawa? Mentertawai orang lain atau diri sendiri? It's very different kind of
'laugh' tho…
Gimanapun, saya sangat berterima kasih atas tanggapan dan sanggahan anda.
Dan sudah saya kopi paste jawaban/tanggapan/sanggahan anda dan Pak
Djajaprana untuk saya link disitus "Kopitalisme", Serta saya akan tetap coba
untuk memberi komentar…
But just curiousity… Mengapa anda begitu -terasa- intens mencoba untuk
"menarik" perspektif "Kopitalisme" keranah "Scientific Truth"? Setidaknya
dengan mentela'ah pada ranah dan aspek socio-cultural? ...
Jangan jangan… Ini jangan jangan lho… Mudah mudahan saya salah, ada
keinginan untuk membuat "isme" atau bahkan "ideology" lagi? Ha..ha..ha…
Tidakkah cukup banyak sudah stigma sosiologis yang ada, demi pengkotak
kotakan manusia?... Kalau ada maksud dan tujuan kesitu, wah…sorry
aja kalau
saya katakan bahwa maksud tersebut tidak ubahnya keinginan yang seperti
"kerupuk udang campur terasi yang udah bonyok!"... Menjijikkan… Tetapi, sekali
lagi…mudah mudahan saya salah…
Aniwei, dengan mengutipkan beberapa lagu, juga sudah klop dengan
Kopitalisme,sesuai dengan sabda SeksPeare "Say it with songs, along with
flowers…"…
Nah, sesuai dengan janji saya, soal "mentertawai diri sendiri"…I will show you the
way…. Sebagai berikut:
Kutipan:
Sekalipun diskusi ini diangkat ke dalam sebuah seminar akademik atau
bahkan rapat kabinet,
agak mustahil kalau berujung pada pelarangan cafe.
Lagipula ini bukan di Belanda.
Kopitalisme:
Then kalau gitu… After TALK, then WHAT?... Apakah kita memang cuma jago
berwacana di meja meja seminar?... Mari secara berjama'ah kita menengok
karikatur berikut ini:
Sekalian nitip "puisi" Akade... MISTIK!!!
(FPK/Lennon & Lenin/12 Aug 2006)