HUKUM HUKUM KOPITALISME III-B
Kids! Children! Our next Generations!
Adalah yang menjadi landasan cara pandang kita sebaiknya. Apakah kita mau mewariskan 'Culture of War' atau 'Culture of Peace'...
Kita masih punya pilihan... Maka –seperti biasa-
saran saya cukup sederhana:
BELAJARLAH PADA KECOAK AGAR
LEBIH MANUSIAWI.
Alasannya sederhana, selama
'hasil akhir' dari suatu ideologi, ajaran, fatwa fatwa, pencerahan adalah berbentuk saling merasa benar sendiri, bersebrangan
kiri kanan, berpotensi menjadi pertumpahan darah. Maka 'pencerahan' model begituan itu hanyalah menjadi
'pencerahan remang-remang' alias 'FALS-SUMBANG' (Grumpy) ... Dan meskipun kita telah mengenal Iwan Fasl dan Doel Sumbang,
SEJARAH akan terus dan teruuus berputar putar mengulangi kebobrokan kita sebagai manusia... Yang katanya makhluk paling
BERADAB! Mampu membuat aturan, teori, ajaran... Manusia sebagai makhluk yang paling mengerti bagaimana
ngatur sesama manusia dan bumi...
Baca: ( 6)
MUI mengeluarkan kriteria maslahat atau kebaikan bagi orang banyak.)...
Padahal selama ini, Iwan Fals
dan Doel Sumbang menyanyi aja, sudah cukup memberi maslahat bagi orang banyak..Ya nggak? Bayangkan anda dengar lagunya 'Iwan
Fals' atau 'Doel Sumbang' sambil membaca kumpulan tulisan saya dengan segelas kopi susu... Tanpa harus berdengung mendengarkan
ide ide pencerahan yang cendrung 'fals-sumbang' dengan bunyi mesiu, balas dendam religius-ideologis dan desing peluru...
Pagi pagi disebuah warkop dengerin
"Bila mentari... Bersinar lagi... Hatikupun ceria kembali... Kumenanti seorang kekasih..." Sambil membaca kumpulan tulisan
"Hukum Hukum Kopitalsime" ... Model 'life-style' gini punya kemaslahatan nggak?... Apalagi kalau kumpulan
tulisan ginian bisa dijual dan sebagian disumbangkan ke aksi sosial 'Apakabar'... Seperti usulnya Pak Darwin dulu... Ada maslahatnya
nggak? Atau nunggu 'fatwa' dulu?... (laku nggak ya? ...hi..hi..hi)
Wah!... Jika 'Kesombongan Institusional'
(Hukum-Hukum Kopitalisme II-A) baik atas nama institusi pendidikan, pencerahan, religius, ideologi terus menghiasi 3 D (Dunia
Dalam Derita)
Akhirnya siapa yang
menang?
Yang menang pada akhirnya
adalah... KECOAK! Kecoak terbukti sebagai binatang purba yang masih goyang 'Salsa' kiri kanan lintas zaman lintas peradaban,
lebih jago dari Dinosaurus... Mungkin suatu saat yang terhormat Kaum Kecoak, MEMANG LEBIH JAGO dari manusia?
Persoalan hanyalah mengenai kelompok manusia mana yang 'duel' terakhir lalu yang menang 'duel' itu tadi tinggal sendirian
di bumi sebelum akhirnya punah karena 'sepi sendiri'... Mirip film 'Highlander' aja ah... Jadi teori Kopitalisasi III ini
melahirkan "KECOAK" sebagai hasil akhir peradaban canggih yang manusia bangun selama ini.
'Aufklaerung' mengajarkan
'kebenaran'nya, 'Ilmuwan' menantang dengan 'kesombongannya', 'PoliTikus' merayap dengan 'Kerakusannya'... 'Perampok' menjarah
dengan 'Laparnya'... Si ini dan si anu baku balas dendam... Ditambah 'MUI' mendeklare 'kebingungannya' ... Aku asyik minum
kopi... Where do we go?....
BERGURULAH
kepada Yang Terhormat Kaum KECOAK! (Kecoak juga bagian dari alam lho...:) Coba sebutkan 'ajaran
dari langit' dan atau ideologi yang ditulis atau dibawakan oleh manusia yang tidak menghasilkan perang... Andaikan saya punya
posisi menciptakan penghargaan 'Peace Awards' maka 'Yth Kaum Kecoak' inilah yang aku rekomendasikan... SURVIVORS WITH NO WARS!
YTH KAUM KECOAK SURVIVE
KARENA LUBANG...
Kaum Ikhwanul Apakabarien,
selain Para Kaum Kecoak yang terhormat itu mampu mempelajari LUBANG,... Saya juga ingin mengajak kalian secara berjamaah mencermati
apa makna adanya 'LUBANG' dengan mengikuti 'ceramah' saya berikut berjudul 'HOLE-SPIRIT'... ( Hukum Hukum Kopitalisme III-C)