Kopitalisme

KORUPTOR ITU POLI-TIKUS
Home | The Author | Kumaniora | Hole Spirit | KutuKata | Etalase | Das KOPIkenTal | Kitab al-Capuccino | Tafsir al-Gitar | Perpuskataan | F.U.C.K | Buku Tamu | Kopitalisme Toolbar | Partners | Sponsor | Cafeist Prophecies | Hukum Hukum Kopitalisme | PatanYali Factor | Forum Diskusi

antergbtriad.gif

Koruptor itu Poli-Tikus
By SeksPeare 

 

Ruaarrr Biasa!...

 

Like i always say… "People needs $ymbols, more than they need them selves'… Ternyata benar adanya!... Karena, rupanya dalam kelompok yang kurang dan atau tidak senang dengan urusan korupsi ini juga berpotensi menciptakan 'mashab mashab' atau 'sekte sekte'… Ada sekte 'Anjing' Dengan 'Imam' adalah 'Manusia' … Ada sekte 'Sampah'…'Imam'nya adalah Mbak. Lianny… 

 

Tetapi, inipun menunjukkan gejala kemajuan pada level  'kultural' anti perTikus-an di Tanah Cyber Indonesia(L)… Baiklah saya memperkenalkan 'sekte' lainnya, yakni:

SEKTE TIKUS!...

 

Prospektus Ringkas Sekte "Tikus"…

 

Faktor Historis

Saya sendiri masih memegang teguh 'Simbol' saya, yang tertempel di ruang kantor Salah satu Ketua Jurusan di Fak. Sospol Unhas (Drs. Nelman) beberapa tahun silam… Yakni symbol tentang "Poli-Tikus"… Ada beberapa alasan "ilmiah" dan "ekonomis" mengapa saya memegang teguh 'simbol' itu…

 

1. Alasan "Kolektif" atau "Berjamaah"

Melalui situs "Gebrak Nusantara" (terakses di situs http://sekspeare.tk) hingga kini, belum ada satupun di milis milis maupun aktifis di real world yang keberatan dengan symbol 'Kumpulan Tikus" yang sedang mengunyah 'Indonesia'…

 

2.  'Arti Kalimat'…

"Poli" bisa diartikan "lebih dari satu" dan atau "Kumpulan" beberapa ekor hewan dalam bentuk "Tikus" … "Rats" "Balao" …

 

3. Alasan "Budaya" dan "Respect the Cultural Differences"

    "Anjing"… "Kucing" secara 'kultural' hubungan manusia dengan jenis binatang itu sudah cukup lama terjalin mesra…. Memang bisa menimbulkan  rasa tidak adil jika digunakan untuk keperluan 'Mencaci maki' …. Sayapun tidak tega memberi predikat 'Koruptor' dengan istilah 'Anjing'… Apalagi 'Kucing'… Dalam hal ini saya setuju dengan 'Bung Jasp' dan 'Poltak'… Sesuai dalam 'Kitab' http://sekspeare.tk

(Love, Light, Peace is all about FEELINGS and STANDARDS: I. Amannagappa)

 

Apakah perlu strategi 'management' seorang yang 'intelek' dan juga nama seorang budayawan tenar untuk membudayakan 'caci maki' ditengah masyarakat kita…?

Pardon me… Maafkan jika saya bilang: I don’t think so…  

 

4. Alasan 'Realitas-Aktual'…

Survey membuktikan bahwa 'Korupsi' tertinggi dilakukan oleh institusi 'Parpol' dan 'DPR' adalah sebuah 'realitas' yang cendrung membenarkan 'Simbol' dari "Sekte Tikus" yakni "Poli-Tikus"… "Kumpulan Tikus" penghuni kedua institusi itu…

 

Puji syukur kehadirat "Semesta"… Nampaknya 'alam' atau 'atmosfir' ikut setuju dan mendukung 'sekte Tikus' ini dengan menampaknya kepermukaan fenomena 'sosial' dimana tersebar berita 'Rakyat Makan Tikus'… Langsung atau tidak langsung, adalah akibat ulah para 'Koruptor"… Yang mana -Rakyat Makan Tikus- itu saya istilahkan dengan 'Ritual Simbolik' … Para rakyat –yang kepepet- (penjual bakso, dll) mungkin punya semacam 'pelepasan' rasa jengkel dengan membayangkan atau berfantasi bahwa konsumennya itu sedang memakan 'Koruptor ' … Penjual baksopun butuh hidup, untuk keluarga dan negara (membayar pajak)… Tetapi karena hak hidupnya -relaitively-  'terampas' oleh 'Kumpulan Tikus' berdasi dan bertitel… Maka dia menangkap dan membiarkan 'tikus' itu dimakan orang/konsumennya… 

 

5. Alasan "Kreatifitas" dan "Bisnis"…

Berdampak ganda… Yakni dengan maksud mengucilkan 'kelompok Tikus' tetapi tidak dengan memaki 'pukimak' apalagi menyebut nama seseorang dengan tanpa bukti… Gampang memaki seorang itu dengan –katakanlah- anjing!...

 

Tetapi apakah ada bukti bahwa orang yang kita maki itu adalah 'koruptor' jika hanya berpapasan di jalan? (Apalagi kalau mereka pake mobil mewah?) Nggak kena!... Bisa saja dia balik nanya "Mana buktinya?" … 'Management' model 4 dimensi-pun, tidak punya landasan… Lalu, jika demikian proses 'pengkucilan' menggunakan strategi  komunikasi macam apa dong?... Itu mungkin petyanyaannya..

 

KREATIFLAH!...

Sebagai komunitas "ProfesSor" (Professionals for Social Responsibility) International maka "SeksPeare" ikut "berkhotbah" melalui produk produk 'The Cafeist'… Yang kini sedang di kerjakan beberapa kelompok yang berminat dari kalangan UKM…Hal itu sementara berlangsung… Metoda Komunikasi 'Gebrak Nusantara' tetap menjaga 'Santunitas Produk'  (Nah, lo… Bukan para ilmuan akademisi aja yang bisa buat istilah aneh aneh bukan?:) … Produk 'Gebrak' Tidak mencaci maki… Dan yang penting'proses komunikasi'  itu FAMILIAR, FRIENDLY and FUN!...   

Enter supporting content here

One of the most universal -morning- ritual is to drink coffee:)