Enter content here

Kopitalisme

al-Capuccino: Da Vinci & Kopitalisme Code
Home | The Author | Kumaniora | Hole Spirit | KutuKata | Etalase | Das KOPIkenTal | Kitab al-Capuccino | Tafsir al-Gitar | Perpuskataan | F.U.C.K | Buku Tamu | Kopitalisme Toolbar | Partners | Sponsor | Cafeist Prophecies | Hukum Hukum Kopitalisme | PatanYali Factor | Forum Diskusi

Al-Capuccino: Da Vinci & Kopitalisme Code

 

'Apa yang baru dibawa oleh Jesus'? Jawab saya: Tidak ada…

Yang ada, adalah 'Social Engineering' sesuai ukuran, waktu, kultur dan

zamannya. Proses dari 'Social Engineering' kala itu dilakukan dengan

metoda 'cut and fill' dari aturan, nilai serta kultur setempat yang telah

ada sebelumnya yang tidak 'updated' lagi, jika dibandingkan dengan

'visi' yang dibawakan oleh Jesus -kala itu- berdasarkan dari 'parameter'

social-spiritualnya. Lepas dari pro-kontra akibat politik para

penerus/penentangnya (hingga saat ini) Harus diakui Jesus adalah

VISIONER-GENIUS!... Lalu, waktu terus bergulir, hingga kita semua

berceloteh disini.

 

Jika ada yang nanya 'Apa sih yang baru dibawa oleh Muhammad?"

Jawab saya: Tidak ada…  Yang terjadi adalah -tak lebih- merupakan

'Social Engineering' sesuai ukuran waktu dan zamannya ketika itu. Hal

tersebut -juga- dilakukan dengan metoda 'cut and fill' dari aturan, nilai

serka kultur setempat yang telah ada sebelumnya yang tidak 'updated'

lagi, jika dibandingkan dengan 'visi' yang dibawakan oleh Muhammad -

kala itu- berdasarkan dari 'parameter' social-spiritualnya. Lepas dari

pro-kontra akibat politik para penerus/penentangnya (hingga saat ini)

Harus diakui bahwa Muhammad adalah VISIONER-GENIUS!... Dan,

waktu terus bergulir, hingga kita semua berceloteh disini…   

 

Apa sih yang baru dibawa oleh Leonardo da Vinci? Jawab saya -lagi

lagi-  Tidak ada… Dia adalah Ilmuwan sekaligus Engineer dan Arsitek.

Dia juga adalah symbol mutlak kegeniusan diera 'Renaissance'. Tetapi

siapa 'Arsitek' dan tokoh pelaku 'Social Engineering' sebagai VISIONER-

GENIUS dibalik era 'Renaissance' itu? Apakah Leonardo da Vinci?

Jawabnya: Bukan. Biarkan saya berceloteh:

 

Mari kita gali lebih jauh, Leonardo da Vinci  adalah seorang:

1. Arsitek, 2. Pelukis, 3. Pematung, 4. Musisi, 5. Karikaturist, 6.

Insinyur, 7. Saintist. 8. Perantau, yang terlahir di sebuah desa

sederhana bernama Vinci di Tuscany, Italy.

 

Jadi, anda lihat sendiri, dari -setidaknya- delapan buah 'predikat' yang

ada diatas, Leonardo da Vinci (1452 – 1519 ) memiliki 'status' yang

juga telah dimiliki oleh kebanyakan orang lain, bahkan status-status

tersebut juga dimiliki oleh mereka yang hidup jauh sebelum era

kehidupan Leonardo da Vinci sendiri. Dan seperti orang lain

kebanyakan, diapun boleh kita disebut sebagai 'orang kampung'.

 

Jika apa yang dibawakan oleh Jesus, Muhammad dan Leonardo da Vinci

ternyata tidak ada yang 'baru', lalu untuk apa "Kopitalisme" repot-

repot menuliskannya dalam Kitab al-Capuccino ini?

 

Untuk menjawab hal tersebut, perlu diperjelas -lagi- oleh "Kopitalisme"

bahwa sejak abad ke-19 ummat manusia di bumi ini memiliki 'dikotomi'

berfikir, antara 'scientific truth' dan 'religious truth'. Kedua label

'kebenaran' tersebut saling-silang, gosok-gesek, tubruk-tabrak mengisi

dan menghiasi hiruk pikuk penyusunan peradaban dan keadaban ummat

manusia dari zaman ke zaman hingga detik ini, disini dan disana.

 

Lalu? Ada apa sih, dibalik ketenaran dan kebesaran kedua tokoh

tersebut? Lebih tepatnya, apa sih yang bisa kita dibaca 'beyond their

acts, their talents and phenomenons'? Jawabannya sangat banyak dan

luas. Namun, untuk mendapatkan jawaban yang lebih 'afdhol' dalam

memahami pertanyaan pertanyaan tersebut, "Kopitalisme"

menyarankan para pembaca untuk dapat sekedarnya menengok

'dongeng' tentang "Teori Medan Kesadaran".

 

Dan sembari menunggu para pembaca memahami 'dongeng' tersebut,

"Kopitalisme" akan melanjutkan Kitab al-Capuccino ini  'sekedar'nya

saja, dimulai dengan pertanyaan: Apa sangkut pautnya dengan

Sawerigading?

 

Nah, untuk menjawab ini, saya ingin mengawali dengan -lagi lagi-

pertanyaan: Apa 'kemiripan' dari Muhammad, Jesus dan Leonardo da

Vinci selain dari ketiganya adalah merupakan 'sumber inspirasi' bagi

banyak orang di bumi ini?

'Kemiripan' lainnya adalah mereka sama sama memiliki 'The Power of

Creativities'!

Lalu, bagaimana dengan Sawerigading?

 

Dalam banyak text sejarah asal-usul Bugis-Makassar, dikisahkan bahwa

Sawerigading adalah tokoh yang separuh 'mitos' dan separuh 'sejarah'.

Anak dari Bataraguru, yang kala itu diyakini sebagai dewa. Dalam kitab

kitab kuno Bugis-Makassar, terminology untuk mengilustrasikan 'alien'

seperti ini, dikenal dengan istilah 'Tomanurung'.

 

Sawerigading -sebagai tokoh sejarah- adalah Raja di Luwu yang pergi

berlayar ke daratan Cina, untuk menjemput sang pujaan hati, We

Cudai. Dan, ketika pulang kembali menuju kerajaannya, ternyata

dikisahkan bahwa perahunya salah arah, salah layar, wrong direction,

krivi put! Perahu itu terdampar di pulau kosong, yang kini dikenal

sebagai Pulau Selayar (asal kata: salah layar). Kemudian beranak

pinak, turun temurun hingga terciptalah 'PatanYali'.

 

Makanya, dari awal, dianjurkan untuk sedikit memahami 'dongeng'

tentang 'Teori Medan Kesadaran'. Karena dalam dimensi 'medan

kesadaran' itulah, Sawerigading adalah juga merupakan 'Proyeksi' dari

tokoh 'semi-imajiner' atau separuh 'real' bernama 'PatanYali'. Yang jika

dirunut berdasarkan hirarki turunan dari pulau 'wrong direction'

tersebut diatas, akan terdapat 'garis lurus tak putus' antara

'Sawerigading' dan 'PatanYali'.

 

'PatanYali' dikenal sebagai "The Great Traveler" tokoh lintas dimensi

ruang dan waktu, dalam Sureq 'Kopitalisme' yang secara 'rakus'

mencoba -diantaranya sebagai hobby- untuk 'mendown-load' status

no: 1-2-3-4-5-6 (kecuali 7) dan 8 milik Leonardo da Vinci, yang

dipaparkan diatas. Mengapa status no. 7 dilampaui? Jawabnya, karena

'PatanYali' memang telah memprogramkan 'daya fikir'nya untuk tidak

terdikotomi antara 'scientific truth' dan 'religious truth' meskipun

'PatanYali' juga sangat gemar dan cukup dikenal ( disenangi, dikagumi,

dibenci, dijauhi ) oleh lingkungan dan komunitasnya dalam aspek 'Social Engineering'.

 

Dan, kecuali Sawerigading dan Leonardo da Vinci, sayang sekali

mereka -Muhammad dan Jesus -bahkan Plato dan Socrates- sebagai

'visioner-genius' tidak sempat memikirkan untuk membuat 'forbidden

rule' mengenai larangan menggunakan 'kreatifitas' mereka sebagai

'komoditas politik' bagi penerus penerusnya, kelak. Misalkan dengan

meminjam "Kopitalisme Code" yakni: Ideology adalah Opium!

Ck ck ck, sayang sekali…  

 

May FUN be with you…

 

Kopitalisme

http://kopitalisme.tk

http://kopitalisme.blogspot.com

http://patan-yali4.blinkz.com

 

 

Enter content here

Enter content here

Enter supporting content here

One of the most universal -morning- ritual is to drink coffee:)