Enter content here

Kopitalisme

al Capuccino: PatanYali The Great Traveller
Home | The Author | Kumaniora | Hole Spirit | KutuKata | Etalase | Das KOPIkenTal | Kitab al-Capuccino | Tafsir al-Gitar | Perpuskataan | F.U.C.K | Buku Tamu | Kopitalisme Toolbar | Partners | Sponsor | Cafeist Prophecies | Hukum Hukum Kopitalisme | PatanYali Factor | Forum Diskusi

Metalogical Way of Think
Introduction: MetaLogical Way of Think

al Capuccino: PatanYali The Great Traveler…

 

Kitab al Capuccino PatanYali The Great Traveler ini dimulai dengan kutipan

perjapri dari seseorang, katanya:

 

"Bung Kopikental, cuma mau nanya boleh kan? setelah membaca tulisan anda

itu lho Das Kopikental tatacara mentertawakan diri, apakah kamu punya

hubungan dengan republik bbm atau republik mimpi? Just curious, gak dijawab

gakpapa, trims."

 

Wah susah sekali menjawabnya… Harus -setidaknya- melibatkan John Perkins

segala macam… Maklum aja, mind set orang Indonesia(L) itu umumnya (nggak

semua) nggak akan percaya kalau yang bicara adalah 'orang kampung'.

 

Untuk itu, mari kita simak kutipan dari DAS KOPIkenTAL: Tatacara

Mentertawakan Diri sebagai berikut:

 

Quote 01:

Saya fikir Indonesia harus berani untuk MENTERTAWAKAN DIRINYA sebagai

sebuah BANGSA. Agar -setidaknya- ada sedikit enersi untuk bangkit melawan

ketertinggalan./End of quote. Oleh: SeksPeare,  1 Juli 2005, thread:  "Apakabar

Dimata Seorang Cafeist".

 

Quote 03:

Bangsa ini harus berani menertawakan dirinya sendiri, alias bisa tahan dikritik.

Bangsa amburadul gini kok sensi dikritik./End of quote. Oleh: Republik BBM,

Effendy Gozali, (Sent by PB) 24 Agustus 2006.

 

Bisa dicermati bahwa antara quote1 dan quote3 waktunya terpaut sekitar 1 tahun

2 bulan. Sebelum Republic BBM dan Republic Mimpi lahir (Saya blom pernah

nonton kok dibilang ada kaitannya sih?)

 

Artinya apa yang diungkapkan oleh 'SeksPeare' pada quote 1 diatas itu -sesuai

konsep waktu yang kita fahami- dengan paradigma 3 dimensi, adalah terpaut

dimuka, terlebih dahulu sejauh plus-minus 1 tahun 2 bulan dari quote3…

 

Dalam Sureq Kopitalisme, dengan paradigma 'beyond 3 dimentions', maka itu

artinya 'PatanYali' melakukan 'Time Travelling' sejauh 1 tahun 2 bulan,.. Gichu…

 

Sekarang kita simak hal berikut:

 

Quote 3: Resources on 'Strengthening Communities' 17 Juli 2003.

Glassnet (Global Social Strengthening Network and Global Spiritual Solidarity Network) advocates comprehensive sustainable development, an approach which addresses the ecological, economic, cultural, social, human, and spiritual aspects of development. As a network it also seeks to advance social strengthening and spiritual solidarity, referring to either the resistance of civil society to totalitarian tendencies in the state and market or, where appropriate, the critical engagement of CIVIL SOCIETY with BUSINESSES and GOVERNMENT to solve social problems in an atmosphere of principled cooperation and mutual respect. (http://www.hcibib.org/communities/)

 

Quote 4:  … Rasa cemas terobati ketika moderator diskusi, Djisman

Simanjuntak, menggarisbawahi pernyataan Jakob Oetama, pertemuan setengah

hari itu hendaknya awal sesuatu yang besar. Hendaknya kricikan menjadi

grojokan. Maksudnya, yang kecil diharapkan berkembang jadi besar.

 

Rasa cemas juga surut ketika seorang panelis memberi harapan tentang

keterlibatan pelaku bisnis dalam proses demokratisasi. "Kehidupan berbangsa

dan bernegara tidak boleh hanya didominasi pemerintah dengan regulasinya dan

LSM dengan advokasinya. Menyangkut kesejahteraan sebuah bangsa,

masyarakat bisnis harus diikutsertakan di dalamnya," kata seorang panelis, yang

juga seorang pengusaha sukses.

Masyarakat bisnis sebaiknya didudukkan seimbang dengan institusi sipil dan pemerintahan.

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0609/18/sorotan/2959497.htm

Pada quote 3  diatas tercatat pada tanggal 17 Juli 2003 dan quote 4 tercatat pada

kalender 18 September 2006. Nah itu artinya 'PatanYali' melakukan 'Time

Traveling' kemasa datang sejauh plus-minus 3 tahun…

 

Jikalau apa yang diungkapkan oleh tokoh kenamaan Jacob Utama sebagai

"kricikan menjadi grojokan"… Bayangkan apa yang ada dalam pikiran 'PatanYali'

-yang miskin dan bukan siapa siapa itu, apalagi mimpi punya media sebesar

milik Jacob Utama-  tiga tahun sebelumnya?...

 

Tau nggak kalau PatanYali cuman sekedar minum kopi di warkop bersama sohib

sohibnya sambil mendengarkan sabda-sabda, berikut?:

 

I close my eyes, only for a moment, and the moment's gone… All my dreams,

pass before my eyes, a curiosity… Dust in the wind, all they are is dust in the

wind.  (Surah: Dust In The Wind, disabdakan oleh Kansas)

 

Busyet dah!... Lagi nutup mata tenang tenang, sambil ngerokok dan ngopi,

membayangkan diri menjadi 'debu sang waktu'… ekh… nggak lama kemudian

disuruh buka mata lagi…

 

… Open your eyes… Look up to the skies and see- I’m just a poor boy,i need no

sympathy- Because I’m easy come,easy go, A little high,little low, Anyway the

wind blows,doesn’t really matter to me, To me… (Surah: Bohemian Rhapsody,

disabdakan oleh Queen)

 

Yah, kemanapun arah angin meniup si debu, is nothing really matters (what is

really matter?)… bagi seekor bebek yang tebang sendirian?...'PatanYali' –seperti

proyeksi Sawerigading- pergi mengitari bumi meninggalkan kerumunannya, tanpa

petunjuk, tanpa "Kompas"… Hanya ditemani oleh lirik lirik lagu, Mali dan 'Ivy'…

 

Kita simak kalimat berikut:

After 'Hit Man'The New York Times bestseller Confessions of an Economic Hit

Man documents John Perkins' extraordinary career as a globe-trotting economic

hit man. Perkins' insider's view leads him to crisis of conscience-…

 

This groundbreaking book is John Perkins's firsthand account of his experiences

with the shamanic technique of psychonavigation--a method of traveling

outside the body by means of visions and dream wanderings--and his

encounters with the Shuar of the Amazon, the Quechua of the Andes, and the

Bugis of Indonesia. Shuar shamans psychonavigate for the purposes of hunting

and healing, while the Bugis, among the most renowned sailors of the

world, use these techniques to navigate without the aid of charts and

compasses.

 

http://www.powells.com/biblio?inkey=17-089281800x-0

 

Kricikan itu memang masih belum jadi grojokan… Tapi traveler tetaplah traveler,

tak punya tempat dan akan terus menjadi traveler…

 

Samar samar masih terdengar sabda Queen:  Goodbye everybody-I’ve got to go-

… Gotta leave you all behind and face the truth…

 

Nah, menjawab pertanyaan awal, apa hubungannya antara Sureq Kopitalisme dan

Republik Mimpi? Jawabannya adalah 'navigator'-nya sama sama lulusan

Universitas AS

 

Bedanya, yang satu lepasan Universitas Amerika Serikat… Yang satu lepasan

Universitas Alam Semesta…

 

May FUN be with you…

 

Kopitalisme

http://kopitalisme.tk

http://sekspeare.tk

 

Kopitalistic Verses: Nggak sulit kok, menemukan diri. Siapapun bisa, meski

hanya ditemani secangkir kopi… Ngak percaya? Ya udah…

http://www.patan-yali4.blinkz.com/albums/previews/254081.htm?page=2

 

One of the most universal -morning- ritual is to drink coffee:)